Berita

Nabi Masa Kini

E-mail Cetak PDF

Puji Tuhan dan terima kasih kepada Pak Ci serta orang-orang yang telah mengambil bagian sehingga memungkinkan saya ikut dalam Training of Trainer Entrepreneurship Education (TOT EE) Universitas Ciputra Entrepreneurship Center selama 3 bulan ( 1 Nopember 2009 - 17 Pebruari 2010). Saya salah seorang diantara 30 peserta dari angkatan ke 3 ini yang istilah Pak Ci "supra senior" mungkin karena usia yang tertua, namun menurut teman-teman masih punya kandungan semangat, antusiasme, disiplin dan kerja keras. Syukurlah ! Selama 3 bulan kami ditantang untuk mengubah mindset, sehingga keluar dari kebiasaan "out of the boX' dan membiasakan yang tidak biasa, bahkan yang dianggap tidak mungkin. Seperti pengalaman konkrit Pak Ci dengan sederhana mendefinisikan bahwa Entrepreneurship adalah usaha untuk merubah rongsokan menjadi emas, dari yang tidak berharga menjadi sangat berharga. Lewat slogan yang sederhana ini menggugah saya untuk mendalami dan mau "nyemplung" karena ada trobosan untuk "memanusiakan manusia" dari yang tidak berharga menjadi sangat berharga. Ide dasar yang berstatus orang-orang yang bergumul untuk mencari ketika, menjadi orang-orang yang siap menciptakan lapangan kerja.

Sungguh luar biasa, perubahan ini sangat mendasar. Karena itu bagi saya tugas seorang entrepreneur seperti tugas seorang nabi dalam tanda petik. Menurut kamus Alkitab Nabi, tejemahan dari kata Ibrani nebiim, yang bemubuat. Dalam 2 Rajaraja 17:13 orang yang berbicara bagi Allah. Tugas utamanya menyatakan pesan Allah untuk masa kini agar berubah dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Jadi sosok nabi yang melebihi orang lain. Biasanya berperan dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan. Sangat kritis, baik terhadap istana dan lembaga-Iembaga kerajaan. Nabi adalah pejuang keadilan sosial. Pernyataan pernyataannya sering aneh karenanya tidak disukai dan sering menakutkan, sering dianggap "out of the box". Dalam 1 Samuel 9:9 ada istilah lain ro'eh artinya pelihat, yang dapat melihat jauh kedepan dan menyampaikan pesan-pesan dari Allah.

Dalam tatap muka dengan Pak Ci, sering menekankan perbedaan seorang pengusaha atau usahawan dengan seorang Entrepreneur, walaupun sama-sama memiliki dan mengelola usaha bisnis. Seorang Entrepreneur mampu melihat sebuah peluang bisnis yang lidak dilihal dan lidak diperhitungkan oleh orang lain. la melihat sesuatu yang baru, sebuah visi masa depan yang begilu besar. Seorang inovalor yang menciplakan hal-hal yang baru, yang sangal kreatif dan berani memikul resiko rugi, malu dan terkenal.

Keunikan seorang nabi sebagai pelihal, yang dapat melihat jauh kedepan dan menyampaikan pesan bermanfaat. Karena pernyataan nabi sering di luar kebiasaan, maka tidak jarang harus menanggung resiko penderitaan. Demikian Entrepreneur sejati mampu melihat sebuah peluang bisnis yang tidak dilihat dan diperhitungkan orang lain, disitu dia hadir membawa salam Entrepreneur 3 E (Ekonomi Sejahtera, Ekspresi diri dan Empati sesama) artinya tidak melupakan orang lain, dia ada dan berbuat demi kepentingan orang banyak, untuk bangsa.

Selama pelatihan ini nara sumber, seperti Ir. Antonius Tanan, MBA, MSc; Dharma Kusuma, S.Psi; Agung Waluyo, PhD; Ir.lsliawati Kiswandono, MT; Theresia Bhakti Rosma Dewi, ST, MpsiT; DR.Richard Bachmann, MSc MASHE dengan selia menyediakan diri untuk melakukan pendampingan saat kami melakukan eksplorasi dan observasi. Ada hal yang sangat menarik dalam pelatihan ini, bahwa akhir setiap kegiatan ada kegiatan refleksi atau "reflective activity".

Mengawali rangkaian training ini kami yang datang dari berbagai lalarbelakang yang berbeda baikpendidikan, pengalaman, usia, suku, agama, daerah, profesi, jenis kelamin menyatu dalam "out bound"'" di SLDC Kaluhur Sentul, sehingga kekakuan dan kebekuan menjadi cair dan tercipta satu suasana persekutuan yang sangal akrab. Benar, kami memang harus "nyemplung" dalam berbagai project, antara lain: Cross; Crown 1,2; Trustworthy 1,2; Combat dan Entrepreneurship for Community. Project yang kami jalankan selama pelatihan kadang kala untung dan pemah juga buntung sehingga "nombok". Tapi paling tidak kami telah digiring dengan satu strategi pembelajaran melalui pengalaman langsung atau expenental leaming untuk mendapatkan sebuah proses belajar yang akan membenkan kesan mendalam dan menciptakan inspirasi untuk masa depan. Nilai-nilai pembelajaran seperti ini bagi saya sangat berharga, terlebih dengan keseharian yang bergelut bidang pelayanan jemaat sebagai seorang Pendeta. Testimony dan teman-teman angkatan sebelumnya sangat memotivasi dan memperkaya kami, seperti kesaksian Ibu Anisa dengan bisnis pakaian muslim, Salva Yurivan dengan bisnis cleaning service, Suwanto dengan bisnis properti, Wahyudi dengan bisnis nyamplung. Jikalau selama ini ada kecendrungan memakai otak kiri baik atas maupun bawah seperti menganalisa, rasional, angka-angka, perencanaan, pengamanan din sehingga terperangkap kedalam zona aman saja, maka selama pelatihan kami diasah kembali untuk menggunakan otak kanan atas dan bawah yang lebih sensitif, menuntul kreativitas, keberanian untuk mengambil resiko, dan rasa ingin tau yang semakin besar, serta keluar dan aturan biasa yang endingnya kami mendapat pengalaman-pengalaman yang baru.

Saat tugas "one day field trip" ke Museum Fatahillah & Museum Bahari kami mendapat kesempatan untuk mengeksplorer kegiatan didalam dan diluar museum dan dengan kntis berupaya menemukan perbedaan dan persamaan dari kedua museum tersebut. Sungguh luar biasa bahwa pelatihan ke Pasar Tanah Abang, Pasar Mangga Dua dan Mall Ciputra Grogol mendorong perubahan unsur MASK (Mindset = pola pikir, Attitude = tingkah laku, Skill dan Knowledge = pengetahuan) kami yang selama ini cendrung melihat-lihat untuk berbelanja, tapi kini lebih mengamati dengan kritis satu toko dengan toko lain: apa produknya, jenis apa yang termahal dan termurah, bagaimana ukurannya, bentuknya, modelnya, wamanya, kemasannya, apa bedanya, mengapa toko yang satu lebih banyak dikunjungi dari pada toko yang lain, bagaimana pelayanannya dan sejumlah pertanyaan lainnya. Kami juga dibekali untuk melakukan penelitian atau research brief; bagaimana menjadi seorang guru yang efektif atau becoming an effective teacher; thinking critically - becoming a critical thinker, entrepreneurial marketing, personality types test, project-based leaming & entrepreneurship education, numerical reasoning as soft skill, the basics of entrepreneurship curriculum development dan banyak lagi topik-topik bahasan yang sangat menarik.

Tepat sekali kalau ada orang yang membandingkan hidup ini seperti main kartu. Dimana tiap orang menenma kartu yang dibagikan kepadanya. Tidak ada hak atau kuasanya untuk memilih kartu mana yang disukainya. Tapi yang jelas bahwa dia bisa memainkan kartu-kartu yang telah diterimanya. Dia bisa memutuskan bagaimana memainkan kartu itu sehingga menang. Memang kartu yang diterima baik, memberikan peluang yang lebih besar untuk menang, walaupun tidaklah menjadi jaminan. Karenanya yang sangat menentukan adalah orang yang memainkannya. Kalau Yesus dalam perumpamaan tentang tiga pelayan memberikan menurut kesanggupan masing masing, sehingga ada lima ribu uang emas, ada yang dua nbu uang emas dan ada yang seribu uang emas. Masalahnya yang diharapkan adalah bagaimana kita mengembangkannya. Dengan demikian soal diberi berapa, tidak menjadi terlalu penting dan justru yang terpenting adalah apakah yang diterima itu telah dikelola dengan baik sehingga berkembang. Biarlah kila menjadi pelayan yang baik dan setia, sehingga menerima kebahagiaan yang telah disediakan bagi kita.

 
Halaman 1 dari 3
Banner

Login



English Chinese (Simplified)

Kalender Kegiatan

No events
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini647
mod_vvisit_counterKemarin362
mod_vvisit_counterMinggu ini1637
mod_vvisit_counterMinggu kemarin970
mod_vvisit_counterBulan ini2607
mod_vvisit_counterBulan kemarin387
mod_vvisit_counterSelama ini80861

We have: 1 guests, 4 bots online
IP anda: 38.107.179.237
 , 
Hari ini: Feb 23, 2012
spotlight