"Saya sangat membutuhkan pertolongan untuk suatu masalah. saya diselamatkan empat tahun yang lalu, dan saya berusaha hidup secara kekristenan. Saya banyak berbuat kesalahan, tetapi setiap kali saya meminta Allah untuk mengampuni. Dan kemudian saya berbahagia kembali karena saya tahu dia telah mengampuni.
Tetapi akhir-akhir ini tampaknya saya terus menerus merasa bersalah atas hal-hal yang saya lakukan. Saya bahkan mulai merasa bersalah atas hal-hal yang saya tidak yakin saya lakukan. Saya telah meminta Allah untuk mengampuni saya jika saya telah berbuat kesalahan, tetapi saya masih merasa bersalah. Saya menginginkan kegembiraan kembali yang telah saya alami ketika saya mulai menjadi kristen. Mengapa saya merasa bersalah?"
-Jennifer
Anda jujur mengenai masalah yang sukar, Jennifer. Saya berbicara kepada ribuan murid, dan saya tahu bahwa banyak dari mereka merasakan hal yang sama seperti anda rasakan.Keterbukaan anda dapat menolong mereka.
Anda memahami apa itu rasa bersalah, tetapi saya tidak yakin anda memahami secara penuh besarnya pengampunan Allah. Saya ingin anda mengerti bahwa sejak saat anda menerima Yesus sebagai Juru Selamat anda, Tuhan berjanji bahwa Dia tidak pernah berhenti mengampuni anda, apapun kesalahan anda.
Tetapi jangan hanya percaya kata-kata saya. Lihatlah Firman Allah di 1 Yoh1:7, "Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus,Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segaladosa."
Itu berarti Allah menyucikan kita saat kita sedang berusaha, seperti anda, untuk hidup secara kekristenan. Ia melaksanakan melalui darah Yesus Kristus, darah yang menyelamatkan anda empat tahun yang lalu.
Tetapi anda harus ingat, Jennifer, bahwa saat Allah menginginkan anda merasa diampuni, iblis ingin anda merasa bersalah. Iblis, pangeran kegelapan, mengetahui perasaaan bersalah anda membuat anda (di dalam pikiran anda) terpisah dari Allah.
Kitab Wahyu memanggil iblis penipu seluruh dunia. Dandi dalam 12:10, dia disebut “pendakwa saudara-saudara kita.” Tetapi, saat iblis berusaha mendakwa anda dan membuat anda merasa bersalah, Allah menyatakan bahwa anda sekudus Yesus Kristus. Allah berkata bahwa kita seluruhnya diampuni karena Yesus telah membayar dosa-dosa kita ketika Dia mati diatas kayu salib.
"Sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya"(Kol 1:22).
Anda telah lihat, Allah telah melakukan hal luar biasa. Karena anda telah percaya kepada Yesus Kristus dan telah menerima apa yang Dia kerjakan, Allah melihat anda kudus dan tak bercela, tanpa cacat. Dan akhirnya, Jennifer, saya merasakan bahwa apa yang anda percayai mengenai anda dan mengenai Allah mudah berubah. Cuaca dapat mempengaruhi perasaan anda.
Tetapi tidak ada yang dapat merubah fakta di dalam Firman Allah. Dan itulah tempat dimana anda meletakkan iman anda--di dalam fakta yang diungkapkan Alkitab dan bukan di perasaan anda.
Oleh karena itu ketika anda merasa bersalah dan tidak ada dasar untuk perasaan bersalah itu, kembali kepada fakta. Fakta itu menyebutkan bahwa anda dicintaiAllah, seluruhnya suci dan kudus melalui Yesus Kristus dan senantiasa dikuduskan oleh Allah Bapa. Kembali kepada fakta-fakta, Jennifer.
















