- Allah menyatakan pekerjaan sebagai cara yang biasa dilakukan untuk mendapatkan uang yang perlu bagi hidup kita (Efesus 4:28, 2 Tes. 3:12, Amsal 31). Bila seseorang tidak dapat bekerja, pilihan kedua baginya ialah berdoa (Filipi 4:6, 19).
- Semua penghasilanku adalah milik Allah, bukan milikku (Mazmur 24:1), dan aku tidak bebas menggunakannya sekehendak-ku. Aku adalah pelayan yang harus menggunakannya untuk kehendak Allah. Orang Kristen diminta untuk memeliharakan sanak saudaranya (I Tim. 5:8), dan membagi berkat kepada orang lain, khususnya orang Kristen yang membutuhkan (2 Kor 8:9; Gal. 6:6-10; 3 Yoh). Tanyalah: Apakah Allah mengizinkan aku untuk menggunakan uang-Nya untuk membeli lotere?
- Allah menggunakan uang untuk mencapai tujuan penting dalam hidup-ku:
-
a. Memenuhi kebutuhan yang utama (Mat. 6:11; I Tim. 6:8).
b. Membangun karakter (Filipi 4:10-13)
c. Memberi arahan dengan menyediakan atau menahan sumber daya.
d. Membantu ornag lain melalui diri-ku.
e. Menunjukkan kuasa-Nya dengan memberikan atau menyediakan secara ajaib. - Ketamakan dan sifat iri hati adalah dosa (Kel. 20:18; 1 Tim. 6:9; Ibrani 13:5), dan sifat ini merupakan motivasi dari kebanyakan kegiatan perjudian.
- Kitab Amsal mengingatkan bahaya yang dapat menimpa orang yang ingin kaya dengan cepat (28:20,22).
- Kekayaan yang datang dengan mudah dapat hilang dengan mudah pula (Amsal 13:11).
- Kekayaan yang diperoleh dengan cara yang salah merusak keluarganya (Amsal 15:27).
- Judi bisa membuat Anda kecanduan, Walaupun Anda tidak terlibat jauh dengan kebiasaan ini, contoh yang Anda lakukan dapat menyebabkan orang lain menjadi korban dari perjudian (1 Kor. 8:9, 13).
Pengarang: Dr. John Bechtle
Diterjemahkan oleh: Darwin Marpaung















