Budi Sugiarto Pendatang Baru Dalam Kepengurusan DPP AYUB

E-mail Cetak PDF

budiSALAH satu hasil dari Munas IV AYUB yang diselenggarakan pada tanggal 3 sampai 5 September 2009, Dian Ball Room Hotel Ciputra Jakarta, adalah perubahan dan penempatan beberapa nama baru yang bergabung dalam Dewan Pengurus Pusat, antara lain Bapak Budi Sugiarto. Kalangan media radio di Nusantara Indonesia, sudah sangat mengenal sosok yang ramah dan periang ini.

Dalam kegiatan sehari-hari selaku Direktur dari PT Radio Jati Yaski Mandiri, yang dikenal dengan Radio Hearat Line 100,6 FM, Pak Budi (panggilan akrabnya) juga sangat aktif di berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan sosial dan kemasyarakatan khususnya di wilayah Banten, Jawa Barat dan sekitarnya, bahkan yang terakhir kegiatannya sudah merambah ke media televisi, yaitu sebagai sebagai salah satu pendiri dan sekaligus pimpinan dari Televisi Banten.

Selanjutnya Pak Budi berkomentar tentang peranan media bagi aktivitas Asosiasi Yayasan Untuk Bangsa kepada MIA, saat berkunjung ke kantor Heart Line FM Taman Palm Lippo Karawaci - Tangerang:

MIA: Bagaimana pandangan Bapak mengenai bagaimana semestinya peranan media bagi organisasi seperti AYUB?

Pak Budi: Media itu bersifat global sebab dapat menjadi jembatan untuk menyeberangkan berita (informasi) antara satu tempat ketempat yang lain, apalagi AYUB pengembangan sayap organisasinya sudah merambah ke lebih dari 11 propinsi di tanah air. Sehingga sangat mungkin Majalah Informasi Ayub (MIA) akan menjadi sarana strategis untuk menampung aspirasi dan program-program daerah ataupun wilayah, dengan demikian sebaiknya aspirasi dan program-progam daerahlah yang lebih ditonjolkan. Disisi lain berita media perlu dilengkapi dengan artikel-artikel yang aktual dan memang sangat dibutuhkan oleh anggota AYUB sebagai pembaca utamanya. Tujuannya sederhana bagaimana mengemas sebuah media yang disukai oleh pembacanya atau pendengarnya kalau itu media radio, atau pemirsanya kalau itu televisi. Sebagai bukti kenapa bermuculan begitu banyak stasiun-stasiun radio dan televisi, karena media seperti ini memang disukai oleh masyakat. Kemudian harus diingat bahwa setiap media harus mengambil posisinya, segmen apa yang mau ditargetkan. Kembali saya ke Majalah Informasi Ayub, sebenarnya sudah cukup lumayan, namun ada baiknya kalau ditingkatkan lagi dari sisi diperbanyak berita-berita yang disertai dengan foto-foto berwarna. Jangan sampai kita buat majalah atau media yang sekedar hanya untuk memenuhi agenda program atau sekedarmembelanja kan budget program. jangan sampai Media Ayub hanyalah sebagai sebuah formalitas, yang sekedar disajikan dan pada akhirnya hanya diingat sebagai kenangan saja.

MIA: Apakah media bagi Ayub, dapat juga dijadikan sebagai sarana penyampaian Kabar Baik (penginjilan)?

Pak Budi: Yang namanya kabar baik itukan mesti diberitakan, untuk dibaca didengar, dipahami kemudian dimanfaatkannya bukan.! Jadi kenapa kita harus hati-hati ... , dan kabar baik harus disampaikan secara jelas (apa adanya) kepada siapapun, karena Kristus pun menyampaikannya demikian. jangan terlalu banyak ilustrasi dengan maksud menutupi-nutupi jangan terlalu terus terang, wah kalau sudah demikian bukan lagi kabar baik, tetapi kabar burung. Misalnya tentang kehidupan sekarang ini, dimana banyak orang mengalami krisis, nah .. kabar baik apa memberikan inspirasi menolong orang menghadapi krisis, ini kabar baik yang aktual, dan tentu berita-berita seperti ini sangat dibutuhkan. Yang pada gilirannya Media Ayub menjadi sangat dicari-cari, bahkan mungkin tidak perlu ada budget pengiriman kedaerah, sebaliknya anggota didaerah akan membayar berapapun asal dapat memperoleh Media Ayub, yang laris seperti majalah tempo atau surat kabar Kompas kan? Salah satu kabar baik yang perlu menjadi unggulan berita AYUB adalah pengalaman dan kesaksian nyata dari anggota, bagaimana dia melaksanakan sebuah konsep kerja dan melayani yang berhasil. Atau bagaimana seorang mengalami masa-masa sulit, namun tidak putus asa, ia bangkit dari bawah dengan menerapkan semangat entrepreneurship yang kemudian membuahkan hasil. Orang didaerah namun dapat menyekolahkan anak ketingkat perguruan tinggi bahkan keluar negeri, disitu pasti ada juga tentang bagaimana Tuhan menolong dia. Berita-berita seperti inikan menjadi berita yang hidup, dan ketika orang membaca atau mendengar berita diapun akan menjadi tambah hidup.

MIA: Sekarang ini AYUB sudah masuk kedalam masa penggalakan entrepreneurship, dan bagaimanakah Media untuk sosialisasikan semangat entrepreneurship?

Pak Budi: Ini adalah momen yang tepat dan baik bagi Media Ayub, untuk menyajikan berita yang nyata. Sebab saat ini pengangguran semakin bertambah sementara lapangan kerja semakin berkurang dengan adanya kristis moneter, tentu solusi yang tepat, adalah entrepreneurship. Namun beritanya jangan konsep-konsep teoritis tentang entrepreneurship semata, sebab terus terang berita yang diangkat dari sebuah kisah nyata, jauh lebih diminati dari penyajian tulisan atau tayangan konsep-konsep ilmiah yang berbelit-belit. Misalnya berita tentang seseorang yang dipecat dari perkerjaan tidak lagi mempunyai penghasilan, namun telah didorong semangat entrepreneurship, ia kembali kedesa menanam singkong, mengolanya bersama sanak keluarganya menjadi keripik atau tapioka, dan bahkan sampai diekspor keluar negeri. Tadi untuk diri sendiri saja susah untuk peroleh penghidupan, sekarang justru ia dapat memberi penghidupan banyak orang, inikan berita dasyat bukan .. !

MIA: Apakah ada rencana untuk meningkatkan sarana media Ayub dari majalah kepada media radio dan televisi?

Pak Budi: Ya .. ! (sambil menegakkan badan) untuk sesuatu kemajuan kenapa tidak kita rencanakan dan kerjakan. Namun harus diingat bahwa semua itu ada harganya, barang bagus tentu harganyapun mahal. Saya katakan bagus disini, artinya bahwa ketertarikan dan perhatian satu kali orang nonton berita dan acara televisi akan sama dengan orang membaca berita tulisan seratus kali. Jadi saya kira sudah  saatnya AYUB dan mitra-mitranya mulai bergerak masuk kedalam dunia pertelevisian, saya secara pribadi akan sangat mendukung hal ini.

 
Banner

Login



English Chinese (Simplified)

Kalender Kegiatan

No events
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini220
mod_vvisit_counterKemarin262
mod_vvisit_counterMinggu ini220
mod_vvisit_counterMinggu kemarin1959
mod_vvisit_counterBulan ini6140
mod_vvisit_counterBulan kemarin11597
mod_vvisit_counterSelama ini100913

We have: 1 guests, 2 bots online
IP anda: 38.107.179.239
 , 
Hari ini: Mei 19, 2012
spotlight