Kegiatan DPP

Membangun Komunikasi dan Kebersamaan Menuju Keesaan Gereja di Indonesia

E-mail Cetak PDF
Jakarta, MIA -- Ada dua hal yang ingin saya tegaskan dari hasil pertemuan Forum Komunikasi Kristiani Jakarta. Pertama, adanya kesadaran untuk lebih bersatu dalam menghadapi situasi kehidupan nasional di Indonesia. Misalnya, munculnya gagasan untuk membentuk ormas Kristiani yang melembaga menggantikan Forum Komunikasi Kristiani Se-Indonesia.

Kedua, dirasa akan perlunya strategi pemberdayaan Umat Kristiani sebagai alat mensinergikan pelbagai aktivitas lembaga-lembaga Kristiani.

Hal itu dikemukakan oleh Ir. Drs. Bonar Simangunsong, MSc – Ketua Umum FKKJ, saat ditemui Ari Benawa dari MIA (Media Informasi AYUB) usai rapat persiapan MUNAS AYUB III di kantor DPP AYUB di bilangan Karet Kuningan, Jakarta, Selasa (26/7).
Lebih lanjut Bonar mengatakan bahwa Temu Wicara dan Konsultasi Nasional kali ini mengundang narasumber dari Interdenominasi, Partai Politik, dan Forum Komunikasi Kristiani. Narasumber dari interdenominasi mengangkat tema "Membangun Komunikasi dan Kebersamaan Menuju Keesaan Gereja di Indonesia". Mereka adalah Rm. Y.R. Eddy Purwanto, Pr. (Sekretaris Eksekutif Kerawam KWI), Pdt. Weinata Sairin, M.Th. (PGI), Pdt. Andi Lukman (PII), Mayor Made Petrus (Bala Keselamatan), dan Pdt. KR. Sagala (Advent)
Para panelis dari Partai Politik membahas tema, "Menuju Indonesia yang Dicita-citakan". Mereka adalah Dr. Sukowaluyo, Brigjen (purn) Monang Siburian, dan Audi Wuisan.
Sedangkan dari Forum Komunikasi Kristiani mengusung tema, "Strategi Raya Pemberdayaan Umat Kristen dalam Rangka Transformasi" dengan para panelis, yaitu Cornelius D. Ronowodjojo, Ir. Drs. Bonar Simangunsong, MSc, Ir. Suyapto Tandyawasesa, Pdt. Drs. Djoko Prasetyo Mintorahardjo. Dan, dari sisi hukum diangkat tema, "Apakah Produk-produk Hukum Melindungi Umat Kristiani?" dengan menghadirkan para panelis, seperti Drs. Chris Siner Key Timu, SH; Zakarias Omawele, SH; dan Pastor Saut Hasibuan.
Temu Wicara dan Konsultasi Nasional yang berlangsung selama dua hari (10-11 Juni 2005) di Graha Bethel Jakarta dan diselenggarakan Forum Komunikasi Kristiani itu dihadiri sekitar 100 orang peserta yang berasal dari Surabaya, Bandung, Tangerang, Pontianak, Jakarta, Bogor, dan lain-lain.

KESIMPULAN
Setelah mendengar, membahas, dan menghayati pokok-pokok pikiran dari para pimpinan tertinggi lembaga-lembaga Gereja aras nasional serta pakar-pakar dan tokoh-tokoh Kristiani dari berbagai bidang pengetahuan, Pertemuan Akbar dan Konsultasi Nasional Forum Komunikasi Kristiani Seluruh Indonesia melalui Tim Perumusnya yang terdiri dari Ir. Drs. Bonar Simangunsong, MSc. SE, Gustaf Dupe, SH, Theophilus Bela, MA, dan Drs. Bonifacius S. Sulaksono, MA akhirnya menetapkan butir-butir kesimpulan sebagai berikut:

A. MASA DEPAN FKK
1. FKK dapat berfungsi lebih efektif dalam mempersatukan Umat Kristiani karena bersifat lintas denominasi. Fungsi tersebut akan fungsional bila FKK memiliki status badan hukum, misalnya sebagai ormas Kristen.
2. FKK Jawa Barat agar mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti pertemuan nasional ini. Diharapkan Bandung segera menentukan waktu dan mengadakan pertemuan, paling lambat akhir tahun 2005.
3. Langkah-langkah untuk penyusunan Strategi Raya FKK sudah harus mulai dipikirkan.
4. Dalam pada itu sinergi FKK pada pelbagai aras perlu didorong.

B. KEESAAN GEREJA
1. Keesaan tidak harus dalam bentuk formal institusional, melainkan harus dipahami dalam konteks I Kor. 12:27 dan Ef 4:5, yaitu anggota-anggota dari Satu Tubuh Kristus, Satu Tuhan, Satu Iman, Satu Babtisan.
2. Pemahaman dan aktualisasi pemahaman ini harus dimulai dari pimpinan gereja.
3. Keesaan dapat dan perlu diwujudkan dalam pemberitaan kabar baik secara bersama, melayani secara bersama, berdoa bersama, dan seterusnya.

C. MASA DEPAN INDONESIA
1. Masa depan Indonesia adalah Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Umat Kristiani, terutama tokoh-tokohnya harus lebih berperan untuk mewujudkan dan mempertahankannya.

D. PEMBANGUNAN HUKUM
1. Anggota DPR RI harus berupaya keras agar produk-produk hukum yang diskriminatif dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dianulir, dan agar RUU-RUU yang sedang dibahas diusahakan sejauh mungkin menjadi perangkat hukum yang menjamin persatuan dan keutuhan bangsa kita yang majemuk ini sekarang dan kelak di kemudian hari.
2. Anak-anak Tuhan yang berfungsi di legislatif, eksekutif, dan yudikatif perlu didukung dan ditopang dengan doa agar berani menyatakan kebenaran dan keadilan.

E. SIKAP TERHADAP KKN
1. Gereja dan lembaga-lembaga Kristiani harus aktif ikut memberantas KKN.
2. Gereja dan lembaga-lembaga Kristiani harus transparan dan akuntabel dalam mengelola organisasi dan keuangan.
3. Gereja dan lembaga-lembaga Kristiani harus menjadi teladan bagi jemaat dan masyarakat luas.

F. PEMBERDAYAAN UMAT KRISTIANI
1. Akan disusun suatu strategi raya pemberdayaan umat Kristiani.
2. Diskusi-diskusi rutin merupakan salah satu cara peningkatan kapasitas dan kapabilitas kader-kader Kristiani.
3. Perlu diadakan inventarisasi kader-kader Kristiani untuk lebih memberdayakan mereka.
4. Anggota-anggota legislatif Kristiani pada semua aras perlu didukung dan ditingkatkan kemampuannya.
5. Media massa Kristiani perlu didorong untuk lebih berperan dalam pemberdayaan umat Kristiani.
6. Menggunakan dan memberdayakan media massa Kristiani, seperti Bahana, Hidup, Narwastu, Gaharu, Reformata, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Radio Pelita Kasih, Radio Heartline, Radio Gracia, dan lain-lain.
(MIA/Ari Benawa)
 
Halaman 1 dari 2
Banner

Login



English Chinese (Simplified)

Kalender Kegiatan

No events
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini646
mod_vvisit_counterKemarin362
mod_vvisit_counterMinggu ini1636
mod_vvisit_counterMinggu kemarin970
mod_vvisit_counterBulan ini2606
mod_vvisit_counterBulan kemarin387
mod_vvisit_counterSelama ini80860

We have: 1 guests, 3 bots online
IP anda: 38.107.179.239
 , 
Hari ini: Feb 23, 2012
spotlight