Dalam rangka menyongsong pelaksanaan MUNAS AYUB III pada Senin-Jumat, 14 – 18 November mendatang ada sejumlah topik yang terus bergulir dalam rapat-rapat Pengurus DPP AYUB, Buku AYUB, Seminar Sosial, dan Pelaksanaan Munas itu sendiri. Rabu (15/6) rapat Pengurus AYUB awalnya memutuskan untuk menyusun buku AYUB sebagai kenang-kenangan berdirinya AYUB selama 6 tahun. Dalam rangka itu AYUB akan melibatkan orang di luar Pengurus.
Buku AYUB
Namun, penanggung jawab tetap DPP AYUB, dalam hal ini E.P Sembiring untuk segi teknis, dan Antonius Tanan untuk segi materi.
Buku ini akan dibuat dalam 2 bahasa. Diharapkan Pdt. Weinata Sairin, M.Th., Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, dan/atau Romo Prof. Dr. B.S. Mardiatmaja, SJ berkenan menjadi editornya. Untuk terjemahan naskah ke dalam bahasa Inggris akan diserahkan kepada Maku Maramis. Ditargetkan buku itu sudah selesai cetak pada bulan September 2005.
Lebih lanjut mengemuka sejumlah gagasan tentang Buku AYUB, antara lain Buku ini sebaiknya menampilkan profil Yayasan-yayasan. Misalnya, menampilkan 10 Yayasan dengan pelbagai kegiatan yang dilakukannya. Selain itu, juga perlu ditampilkan berbagai kiat Yayasan untuk menjadi besar ataupun pelbagai bahan pelajaran dan informasi penting lainnya.
Diharapkan buku ini menjadi kenang-kenangan berarti bagi anggota AYUB dan dapat menjadi bahan belajar. Maka, ada yang mengusulkan agar buku itu diberi judul “Mengenal AYUB Lebih Dekat”, dan di cover depan dalam dimuat motto, visi dan misi AYUB. Perlu diinformasikan pula di dalamnya hal-hal yang telah atau belum dicapai, serta masalah-masalah yang dihadapi AYUB. Pada perkembangan rapat khususnya tentang pembuatan buku akhirnya berubah dengan dua (2) pilihan. Pilihan pertama akan membuat Media Informasi AYUB (MIA) dalam edisi khusus setebal 80-100 halaman, sedangkan pilihan lain membuat setebal 50-70 halaman dengan isi tentang mengenal AYUB lebih dekat.
Munas dan Semiloka
Terkait langsung dengan pelaksanaan Munas dan Semiloka ada 3 hal yang mengemuka:
A.Tim Ad Hoc untuk Amandemen AD/ART
Diusulkan Tim Ad Hoc ini terdiri dari DPP dan DPD di pulau Jawa. Untuk itu perlu dibuatkan budget untuk diskusi amandemen di Jakarta, dengan mengundang Tim dari DPD yang bersangkutan.
Untuk pembentukan Tim amandemen sebaiknya mengundang Bapak Harry Waworuntu selaku tim amandemen sebelumnya.
Tim amandemen akan mengadakan pertemuan untuk diskusi 1 hari 1 malam pada pertengahan bulan Agustus untuk membahas AD/ART setelah mendapat masukan dari DPD-DPD.
B.Tim Sukses Mengundang Presiden
Sehubungan dengan wacana yang disampaikan oleh Ketua Umum pada Rakernas III 15 Maret 2005 di Hotel Ciputra bahwa pada Munas mendatang akan dibuka oleh Presiden, untuk itu perlu dibuat tim sukses mengundang Presiden. Anggota Tim yang diusulkan adalah Bonar Simangunsong, Nino Ponggawa, Stefanus Agus, Jasen Lase, Sony Subrata, Afung, Antonius Tanan.
Wacana untuk mengundang Presiden ini masih perlu dikaji kembali dengan melihat dampak positif dan negatifnya bagi AYUB serta kesiapan Panitia dari DPP.
Dalam hal ini tim sukses pengundang presiden bekerja lebih keras untuk mengetahui bagaimana caranya serta materi apa yang akan disampaikan kepada Presiden melalui kerangka acara/proposal/Term of Refference (TOR).
C.Pelaksanaan Munas dan Semiloka
Munas akan diselenggarakan pada Senin – Jumat (14 – 18 November) mengingat pada bulan Oktober sudah memasuki bulan puasa dan libur lebaran yang cukup panjang. Beberapa catatan yang mengemuka untuk menyongsong Munas dan Semiloka adalah:
• Walaupun AYUB tidak melakukan politik praktis, AYUB tetap harus memikirkan masalah kebangsaan. Dan, untuk itu AYUB tidak mungkin berdiam diri saja. Terkait dengan hal itu AYUB akan melakukan kerja sama dengan mitra-mitra politik AYUB, seperti FMKI dan FKKJ. Untuk itu AYUB DPP akan mengadakan dialog interaktif tentang wacana politik pada Sumpah Pemuda.
• AYUB perlu menekankan kepada visi dan misi, AYUB harus lebih berfungsi untuk memberdayakan anggota-anggotanya. Sedangkan untuk hal-hal yang bersifat operasional dapat diserahkan kepada anggota. DPP melayani anggota kemudian anggota melayani masyarakat.
• Seminar Pendidikan Nasional dan Semiloka pendidikan di daerah merupakan pemberdayaan anggota AYUB dari Kompartemen Pendidikan. Sedangkan Kompartemen Sosial juga akan mengadakan pada kegiatan seminar sosial pada waktu mengawali MUNAS III 2005 dan kemudian selanjutnya juga akan menyelenggarakan Seminar di tingkat DPD maka dengan model pelaksanaan kegiatan seperti itu seluruh anggota AYUB akan mendapat pelayanan.
Seminar Nasional Sosial dan Munas
• Tema diusulkan untuk diubah menjadi: National & International Conference of AYUB.
• Dalam seminar ini AYUB sangat diharapkan dapat berperan sebagai urat dan sendi. AYUB diharapkan dapat menjadi penghubung antara donatur dan anggota AYUB. Ada kebutuhan dari anggota AYUB mengenai daftar donatur. AYUB di tingkat korwil DPP maupun DPP diharapkan memberikan rekomendasi kepada anggota atas proposal yang diajukannya. Dengan demikian, pembentukan jejaring dapat terwujud.
• Panitia yang diusulkan diterima oleh peserta rapat yang hadir. Namun, nama-nama pengurus lain yang tercantum dan tidak hadir dalam rapat harus diinformasikan via telepon dan diminta kesediaannya untuk menjadi panitia. Untuk Panitia Seminar dan Munas perlu dibuatkan SK dari DPP AYUB.
• Mengingat pentingnya acara ini dan akan mengundang tokoh-tokoh dunia, sebaiknya dalam rapat ini seluruh peserta memberikan masukan mengenai pembicara yang akan diundang. Misalnya, Joni E. Tada (Pengganti Mother Teresa dari Calcuta) dan David Bussau.
Peserta rapat menyetujui apabila pengganti Mother Teresa menjadi fokus utama sedangkan David Bussau menjadi cadangan. Namun, ada pula yang mengusulkan agar David Bussau menjadi pembicara di sesi I dan Mother Theresa menjadi pembicara di sesi penutup.
Dalam seminar ini akan mengundang para donor besar dari luar negeri (minimal 3 donor). Hal ini akan diserahkan kepada Ketua Umum untuk mengundang para donatur mengingat relasi Ketua Umum yang begitu dekat dengan para donor.
Untuk mengundang beberapa donor besar perlu seorang koordinator khusus sehingga dapat menindaklanjuti setiap perkembangannya. Beberapa referensi yang bisa dihubungi, antara lain Habitat, Compassion, Samaritan Purse, World Vision International.
• Untuk pembicara/narasumber lembaga Donor dari Katolik akan dicoba meghubungi Catholik Relief Service (CRS)
• Ada tiga macam calon peserta yang akan diundang pada seminar sosial, yaitu wakil Pemerintah dalam hal ini Depsos,
Yayasan Kristen, dan Yayasan Katolik.
• Membuat brosur AYUB dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia untuk diberikan kepada calon pembicara, terlebih lagi untuk para calon donor yang akan diundang. Mengingat Munas dan Seminar ini adalah event besar, maka dari sekarang sebaiknya acara sudah mulai disusun.
• Untuk presentasi dalam sesi lokakarya harus mencari yayasan sosial (mis.: Panti Asuhan, Panti Jompo, Panti Rehabilitasi, Pelayanan penjara, dll) yang terbaik agar dapat memberikan pengalaman dalam pelayanannya.
• Adapun kriterianya adalah sudah berdiri lama, bertumbuh dan berkembang, mandiri (dalam pengelolaan keuangan) Lain-lain
• Saat ini AYUB harus menjadi sebuah jaringan kerja sama dan pusat informasi sehingga manfaat pembentukan AYUB dapat benar-benar dirasakan oleh anggota. Dan, AYUB menjadi satu organisasi yang sangat dibutuhkan oleh anggota-anggotanya.
• Sebagai pusat informasi AYUB harus mempunyai database yang lengkap dan akurat. Hal ini sangat diperlukan untuk membuka satu jaringan sehingga Sekteriat harus pro-aktif terhadap anggota sehingga AYUB mudah untuk menjadi jejaring.
• Mengundang Ibu Iin Tjipto sebagai Trainer bagi pendamping anak jalanan.
• Tema yang akan dipilih untuk para tokoh pemerintahan adalah Harapan dan Kebijakan Pemerintah untuk mendorong Organisasi Masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan.

















